Pada fase persiapan berat badan dalam tolak peluru berada di

Jari kelingking ditekuk berada disamping peluru,sehingga dapat membantu untuk menahan supaya peluru tidak mudah tergeser dari tempatnya. Setelah memegang peluru dengan baik, masuklah ke dalam lapangan, berdiri menyamping ke arah sektor tolakan.

Pegang peluru menggunakan tangan kanan dengan teknik yang benar Letakkan peluru di batas leher dengan benar Letakkan lengan kiri di depan dada dan sedikit di tekuk Tumpuan berat badan ada pada kaki kanan dan badan agak dicondongkan ke arah kanan Ayunkan kaki kiri ke depan dan kebelakang Setelah mengayunkan kaki kiri sebagai gerakan awalan maka selanjutnya tekuklah sedikit kaki kanan lebih pendek Sewaktu melakukan ayunan kaki kiri dapat diarahkan ke arah kiri atau ke arah lemparan, barulah mendarat secepatnya dan bersamaan kaki kanan ditolakkan ke arah lemparan dan dilanjutkan dengan pendaratan.

Usahakan lengan kiri dalam posisi tertutup. Berat badan berada pada kaki kanan dengan pandangan mata ke depan. Disaat melakukan pendaratan dengan kaki kanan, tariklah kaki kiri ke belakang.

Cara melakukan gerakan dan sikap badan setelah menolakkan peluru adalah sebagai berikut. Selanjutnya tekuklah segera tungkai penopang hingga kedua tungkai tertekuk dan posisi badan menjadi lebih rendah dan membungkuk ke depan. Siku diangkat ke samping, sedikit serong ke depan. Renggangkan jari jari tengah, jari manis, dan jari telunjuk agar bisa menahan dan memegang peluru Ibu jari dan jari kelingking berfungsi menahan peluru dari samping agar peluru tidak tergelincir keluar atau ke samping 2.

Dikatakan bahwa tolak peluru adalah nomor lempar karena nomor tolak peluru dilemparkan dengan cara ditolakkan atau didorong menggunakan tangan. Cara melakukan memegang peluru adalah sebagai berikut. Terlalu cepat menggerakkan badan.

Ketika peluru sudah ditolakkan tubuh harus condong ke depan tapi jangan sampai terjatuh dan keluar lapangan tolakan peluru.

Berat peluru yang digunakan dalam perlombaan adalah 7,25 kg untuk putera dan 4 kg untuk puteri. Sambil merendahkan badan, angkat tumit dari tungkai penopang, sementara tungkai belakang di angkat sedikit ke belakang atas.

Fase meluncur Luruskan tungkai kanan dengan cara menolak atau menghentakkan telapak kaki dan tumit ke lantai dan bersamaan dengan gerakan ini, tungkai kiri ditendangkan dengan kuat ke arah balok stop. Terlalu cepat menggerakkan badan.

Badan condong ke depan, dagu diangkat, badan agak miring ke samping kiri, pandangan ke arah jatuhnya peluru. Cara menyamping ortodoks Bila menggunakan gaya ortodoks, sikap badan menyamping arah tolakan mulai dari sikap permulaan sampai dengan bergerak ke depan untuk menolakkan peluru.

Pelihara kaki selalu rendah dan bertahan kuat-kuat. Bawalah tungkai kiri merendah Dapatkan keseimbangan gerak dari kedia tungkai, dengan tungkai kiri memimpin di belekang Menjaga agar bagian atas badan tetap rileks ketika bagian bawah bergerak Hasilkan rangkaian gerak yang cepat dan jauh peda tungkai kanan Putar kaki kanan ke arah dalam sewaktu melakukan luncuran Pertahankan pinggul kiri dan bahu menghadap ke belakang selama mungkin Bawalah tangan kiri dalam sebuah posisi mendekati badan Tahanlah sekuat-kuatnya dengan tungkai kiri Beberapa hal yang harus dihindari: Pembelajaran Sikap Badan Setelah Menolakkan Peluru Sikap badan setelah menolakkan peluru, yaitu suatu bentuk gerakan setelah peluru ditolakkan lepas dari tangan, dengan maksud untuk menjaga keseimbangan badan, agar badan tidak terjatuh ke depan atau ke luar dari lapangan tempat untuk melakukan tolakan.

Untuk mencapai tolakan yang jauh, seorang atlet harus memahami dan menguasai teknik tolak peluru. Tangan kanan memegang peluru pada bahu pundaktangan kiri dengan sikut dibengkokkan berada di depan sedikit agak serong ke atas lemas. Peralatan Alat yang di gunakan:Fase Persiapan Mengambil posisi dengan membelakangi arah daerah lemparan dan berat badan berada di atas tungkai kanan.

Sambil merendahkan badan, angkatlah tumit dari tungkai penopang, sementara tungkai belakang diangkat sedikit ke belakang atas.

Selanjutnya tekuklah segera tungkai penopang hingga kedua tungkai tertekuk dan posisi badan menjadi lebih rendah dan membungkuk ke depan. 2. Fase. 1. Fase Persiapan Mengambil posisi dengan membelakangi arah daerah lemparan dan berat badan berada di atas tungkai kanan.

Sambil merendahkan badan, angkatlah tumit dari tungkai penopang, sementara tungkai belakang diangkat sedikit ke belakang atas. Tolak peluru merupakan diantara dari banyak cabang olahraga atletik. Bola besi yang berat harus dilemparkan oleh atlet tolak peluru dengan sejauh mungkin. Peluru yang berbentuk bola besi ini adalah alat utama dalam bidang olahraga ini, yakni sebuah besi bulat berbentuk bola.

Peluru besi berbentuk bola tersebut dilemparkan dengan cara di. Fase persiapan, badan membelakangi sektor tolakan atau daerah tolakan, berat badan berada di atas tungkai kanan. Sambil merendahkan badan, angkat tumit dari tungkai penopang, sementara tungkai belakang di angkat sedikit ke belakang atas.

Selanjutnya tekuk tungkai penopang hingga kedua tungkai tertekuk dan posisi badan menjadi lebih rendah dan membungkuk ke depan. 2. Fase Meluncur. · Berdiri tegak menyamping kea rah tolakan, kedua kaki dibuka lebar (kangkang), kaki kiri lurus ke depan, kaki kanan dibengkokkan ke depan, sedikit serong ke samping kanan, berat badan berada pada kaki kanan, dan badan agak condong ke samping kanan.

Tangan kanan memegang peluru pada bahu (pundak), tangan kiri dibengkokkan, berada di depan sedikit agak serong ke atas.

2 Gaya Dalam Tolak Peluru

· Dari rangkaian gambar tolak peluru gaya O’Brien di atas, Fase persiapan terjadi pada frame 1 sampai dengan frame Fase ini berlangsung lambat. Pada fase persiapan ini kecepatan bagian anggota badan tidak terlalu penting, sebab gerakan-gerakan hanya bertujuan untuk memantapkan kesetimbangan tubuh.

Fase Gerakan dimulai dari frame 13 sampai frame Sedangkan Fase.

Tahapan Cara Melakukan Tolak Peluru Dengan Benar
Pada fase persiapan berat badan dalam tolak peluru berada di
Rated 4/5 based on 74 review